Tradisi Sosiokultural

25 Apr

 Tradisi Sosiokultural

Teori sosio dan kultural menunjukkan bagaimana pelaku komunikasi memahami diri mereka sebagai mahluk mahluk kesatuan dengan perbedaan-perbedaan individu dan bagaimana perbedaan tersebut tersusun secara sosial dan bukan ditentukan oleh mekanisme psikologis atau biologis yang tetap.

Ada lima konsep yang berhubungan dengan diri sendiri yaitu:

  1. Interaksionisme Simbolis
  2. Pembentukan sosial mengenai diri sendiri
  3. Pembentukan sosial mengenai emosi
  4. Pembawaan diri
  5. Teori Komunikasi mengenai Identitas

Penjelasan 1:

George Herber Mead sebagai penggagas Interaksionisme Simbolis, Interaksionisme Simbolis merupakan sebuah cara berpikir mengenai pikiran, diri sendiri, dan masyarkat. Interaksionisme simbolis mengajarkan bahwa manusia berinteraksi satu sama lain sepanjang waktu, mereka berbagi pengertian untuk istilah istilah dan tindakan –tindakan tertentu dan memahami kejadian-kejadian dalam cara-cara tertentu pula.

Penjelasan 2:

Rom Harre adalah salah seorang ilmuwan sosial yang mengemukakan tentang teori seseorang dan diri sendiri. Teori ini adalah gagasan bahwa diri sendiri tersusun oleh sebuah teori pribadi yang memengaruhi bagaimana kita mendekati dunia.Haree mengungkapkan konsep”diri sendiri” dengan tiga elemen yang membentuknya yaitu kesadaran, perantara, dan perjalanan hidup.Kesadaran berarti memiliki kemampuan”untuk melakukan objektifitas” terhadap diri anda sendiri.Kesadaran merupakan dimensi diri sendiri yang sangat berhubungan dengan keadaan saat ini, karena  kita menyadari kita bergerak melalui ruang dan waktu, kita menggunakan persepsi, pengalaman, dan interaksi kita untuk menjalani tempat kita dunia. Perjalanan hidup terdiri atas ingatan, kenangan, keyakinan atau pemahaman mengenai apa yang terjadi di masa laluyeng terbiasa menafsirkan pengalaman—pengalaman saat ini dan masa depan.Kemudian perantara dimensi ketiga tentang  diri sendiri dan lebih berhubungan dengan kejadian di masa depan.

Harre juga memberikan sebuah hubungan  tentang diri sendiri yaitu kepribadian—-Teori Harre tentang kepribadian juga mengandung sebuah susunan dimensi yang membedakan cara-cara diri sendiri di susun dan di hadirkan.Harre menggambarkan dimensi-dimensi kepribadian adalah penampilan, realisasi,dan perantara. Penampilan merujuk pada apakah sebuah aspek pada diri sendiri di tampilkan secara umum atau tetap dianggap sebagai sesuatu yang bersifat pribadi.Realisasi sumber adalah tingkatan di mana karakteristik diri di yakini berasal darri dalam individu atau dari kelompok di mana diri sendiri menjadi sebuah bagian. Perantara merupakan tingkatan kekuatan aktif yang melekat pada diri sendiri.elemen-elemen aktif seperti berbicara, mengendarai, elemen-elemen pasif : mendengarkan

Penjelasan 3 Pembentukan sosial mengenai emosi

Harre menyatakan bahwa emosi merupakan konsep-konsep yang tersusun, seperti aspek lain dari pengalaman manusia karena mereka ditentukan oleh bahasa local dan atau tata susunan moral dari kebudayaan atau kelompok sosial.

James Averill, emosi, merupakan system kepercayaan yang memandu pemahaman seseorang mengenai situasi.

Penjelasan 4 Pembawaan diri

Erving Goffman yang mengemukakan tentang teori pembawaan diri, yaitu bagaimana seseorang menempatkan diri, apa yang harus dikatakan, dan bagaimana harusnya anda bertindak.

Goofman mengartikan permbawaan diri adalah pengelolaan kesan.Dalam hubungannya dengan pelaku komunikasi yaitu pelaku komunikasi merupakan perwakilan diri, bergantung pada cara-cara ketika diri di hadirkan dalam banyak situasi yang dihadapi dalam kehidupan.

Penjelasan 5 Teori Komunikasi tentang identitas

Identitas diri yaitu susunan gambaran diri anda sebagai seseorang. Dalam budaya yunani, identitas di pahami sebagai sesuatu yang bersifat pribadi dan seseorang melihat diri bertentangan atau berbeda dengan identitas yang lain.

Menurut Michael Hecht dan koleganya, teori komunikasi tentang identitas tergabunglah konsep individu, komunal , public. Menurut teori tersebut identitas merupakan penghubung utama antara individu dan masyarakat serta komunikasi merupakan  mata rantai yang memperbolehkan hubungan ini terjadi. Identitas adalah “kode” yang mendefinisikan keanggotaan dalam komunitas yang beragam___kode-kode yang terdiri dari symbol-simbol seperti bentuk pakaian, dan kepemilikan , dan kata-kata seprti deskripsi diri atau benda yang biasanya anda katakan dan makna yang  anda dan orang lain hubungkan terhadap benda-benda tersebut.

Hect memperkenalkan 4 dimensi untuk menguraikan identitas yaitu:

  1. Tingkatan pertama, personal layer yang terdiri dari rasa akan keberadaan diri anda dalam situasi sosial
  2. Tingkatan kedua, enactmen layer atau pengetahuan orang lain tentang diri anda berdasarkan pada apa yang anda lakukan , apa yang anda miliki, dan bagaimana anda bertindak. Penampilan anda adalah symbol-simbol aspek yang lebih mendalam tentang identitas anda serta orang lain akan mendefinisikan dan memahami anda melalui penampilan tewrsebut
  3. Tingkatan yang ketiga adalah relational atau siapa diri anda dalam kaitannya dengan individu lain. Identitas dibentuk dalam interaksi anda dengan mereka.anda dapat melihat dengan sangat jelas identitas hubungan ketika anda merujuk diri anda secara spesifik sebagai mitra hubunga, seprti ayah, suami, ibu, rekan kerja
  4. Tingkatan keempat adalah tingkatan komunal yang diikat pada kelompok atau budaya yang lebih besar.Tingkat identitas ini sangat kuat dalam banyak budaya asia

Dalam teori identitas ada juga  teori negosiasi identitas  yang diperkenalkan oleh Stella Ting Toomey mengeksplorasi cara-cara dimana identitas di negosiasi dalam interaksi dengan orang , terutama dalam berbagai budaya. Ting Toomey memfokuskan pada identitas etnik dan kebudayaan, terutama negosiasi yang terjadi ketika kita berkomunikasi di dalam dan  diantara kelompok –kelompok nkebudayaan

Ting Toomey memberikan 3 landasan dasar dalam teori negosiasi identitas yaitu: pertama, pengetahuan (knowledge) yaitu pemahaman akan pentingnya identitas etnik dan kemampuan melihat apa yang penting bagi orang lain. Artinya mengetahui sesuatu tentang identitas kebudayaan dan mampu melihat segala perbedaan. Kedua, kesadaran (mindfulness) yaitu secara sederhana berarti secara biasa dan teliti untuk menyadari. Hal ini berarti kesiapan berganti ke perspektif baru. Ketiga, kemampuan (skill) yaitu kemampuan untuk menegoisasi identitas melalui observasi yang teliti, menyimak,empati, kepekaan non verbal, kesopanan dan kolaborasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: