Tradisi Sosiopsikologis

25 Apr

PELAKU KOMUNIKASI

Selama  Anda menjalani kehidupan dan berhubungan dengan banyak orang dalam berbagai situasi, ada satu hal yang tidak pernah berubah, yaitu : Anda menjadi diri sendiri dalam hubungan tersebut, Apakah anda sedang menonton televisi, berbicara dengan teman, berselisih paham dengan atasan, bekrja pada sebuah perusahaan radio, atau merancang kampanye PR, Anda sering memandang situasi dari sudut pandang Anda sendiri sebagai seorang pelaku komunikasi. Pada masyarakat Barat, setiap individu memikul kepentingan  yang besar sebagai “pemain kunci” dalam kehidupan sosial

Salah satu persoalan yang central pada tradisi ini adalah bagaimana kita mengolah informasi dan menyusunnya ke dalam sistem kognitif. Kita menerima banyak informasi setiap hari, Beberapa informasi ini adalah Fakta, sedangkan beberapa adalah informasi yang bermuatan nilai dan opini. Informasi  yang meminta tindakan, dan sebagian  memberikan penjelasan. Bagaimana Anda mengolah informasi ini?? Apa yang adna lakukan dengan informasi tersebut?Bagaimana informasi tersebut sesuai dengan pola  mental Anda dan Informasi lainnya yang telah Anda serap selama ini?

Teori tentang sifat dan pengolahan informasi berakar dengan kuat pada psikologi  dan berorientasi pada psikologis, tetapi ketika Anda berpikir tentang diri anda, Anda segera menyadari bahwasebagian besar dari diri Anda dibentuk oleh interaksi kelompok sosial dan terdiri dari budaya anda, kisah Anda sebagai seseorang  dan kesan yang telah Anda ciptakan dengan orang lain selama berinteraksi seumur hidup.

I. TRADISI SOSIOPSIKOLOGIS

Dalam Teori Komunikasi mempunyai pengaruh  yang sangat kuat pada bagaimana cara kita berpikir tentang pelaku komunikasi sebagai individu yang merupakan sebuah teori dalam meneliti mengenai Perilaku Manusia. Tujuan dari Tradisi Sosiopsikologis adalah untuk memahami bagaiman dan dan mengapa setiap individu manusia berperilaku  seperti yang berperilaku seperti yang mereka perbuat, sedangkan dalam komunikas, ilmu pengetahuan dalam tradisi ini mencoba untuk menjawab “Apa yang memperkirakan bagaiman pelaku komunikasi  akan berpikir dan bertindak dalam kondisi seperti ini?” Kita akan melihat pada dua jenis teori dalam tadisi ini adalah Teori Sifat dan Teori Kognitif.

  1. 1.       Teori Sifat

Sebuah kualitas atau karakteristik pembeda  ini merupakan cara berpikir, merasakan, dan bertingkah laku yang konsisten terhadap situasi

  1. a.       Pertentangan

Kecenderungan untuk ikut serta dalam percakapan  tentang topik – topik kontroversial, untuk mendukung sudut pandang  Anda dan menolak keyakinan yang berbeda.

  1. b.      Kecemasan dalam Berkomunikasi dan Bersosialisasi

Banyak orang yang takut atau tidak suka berkomunikasi serta telah banyak penelitian tentang kecemasan dan ketakutan berkomunikasi. Dalam bidang komunikasi, karya yang paling terkenal adalah Communications Apprehension (CA) yang dipopulerkan oleh Mc. Croskey mempunyai sifat berkecenderungan untuk mengalamai kecemasan saat berkomunikasi dalam berbagai keadaan.

Kekuatan Berkomunikasi adalah Bagian dari kelompok konsep yang terdiri atas penghindaran sosial, kecemasan sosial, kecemasan berinteraksi, dan keseganan. Sebagai sebuah kelompok, hal ini disebut juga dengan kecemasan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi (social and communicative anxiety).

Mills Patterson dan Vicki Ritts dalam Kecemasan Berkomunikasi menyebutkan beberapa Parameter, bahwa kecemasan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi memiliki aspek fisiologis, seperti detak jantung dan rona merah pipi karena malu, manifestasi perilakuseperti penghindaran dan proteksi diri, serta dimensi kognitif seperti fokus diri dan pikiran negatif.

  1. c.       Model Faktor-Sifat

Model-sifat yang dipaparkan oleh Digman

  • Neuroticism atau kecenderungan untuk merasakan emosi negatif dan kesedihan
  • Extraversion atau kecenderungan untuk menikmati berada dalam kelompok, menjadi tegas, dan berpikir optimis
  • Openness atau kecenderungan untuk menjadi reflektif, memiliki imajinasi, memperhatikan perasaan dari dalam hati, dan menjadi pemikir mendiri
  • Agreeableness atau kecenderungan untuk menyukai dan menjadi simpatik kepada orang lain, ingin membantu orang lain, serta untuk menghindari permusuhan
  • Conscientiousness atau kecenderungan menjadi pribadi yang disiplin, melawan gerak hati nurani, menjadi teratur, dan memahami penyelesaian tugas. Sebagai contoh, conversational narcissism atau obrolan narsis mungkin dapat dijelaskan sebagai sebuah kombinasi dari sesuatu, seperti neuroticism menengah, extraversión tinggi, opennes rendah, agreeable rendah, dan conscientiousness tinggi.
  1. d.      Sifat, Watak, dan Biologis

H.J.Eysenck yang membagi perilaku manusia ke dalam tiga sifat daripada lima sifat yang diidentifikasi oleh Digman-para pakar ini menyatakan bahwa perilaku dalam berkomunikasi memunculkan beragam kombinasi dari ketiga faktor tersebut, meliputi :

  • Fokus keluar (extraversión)
  • Kecemasan (neuroticism)
  • Kurangnya pengendalian-diri (psychotocism)
  1. 2.       Kognisi dan Pengolahan Informasi

Jika teori sifat memberi Anda beberapa nama untuk menggambarkan diri Anda sendiri dan pelaku komunikasi lainnya, maka teori pengolahan informasi bekerja di belakang layar untuk menjelaskan bagaimana Anda berfikir, Bagaimana Anda mengatur dan menyimpan informasi, serta bagaimana kognisi membantu membentuk perilaku Anda.

  1. a.       Teori Atribusi

Teori atribusi bermula dengan gagasan Fritz Heider bahwa setiap individu mencoba untuk memahami perilaku mereka sendiri dan orang lain dengan mengamati bagaimana sesungguhnya setiap individu berperilaku. Penyebab situasional (dipengaruhi oleh lingkungan), pengaruh pribadi (mempengaruhi secara pribadi), kemampuan (dapat melakukan sesuatu), usaha (mencoba melakukan sesuatu), hasrat (keinginan untuk melakukannya), perasaan (merasa menyukainya), keterlibatan (setuju dengan sesuatu), kewajiban (merasa harus), dan perizinan (telah diizinkan).

Brant Burleson menguatkan teori Atribusi yang sudah ada yaitu mengenai interprestasi persuasif yang menghasilkan sebuah persepsi.

  1. b.      Teori Penilaian Sosial

Teori atribusi menunjukan kepada kita pentingnya penilaian interpersonal. Teori penilaian sosial, sebuah karya ilmu psikologi sosial, berfokus pada bagaimana kita membuat penilaian mengenai pernyataan yang kita dengar. Rentang penerimaan dan penolakan seseorang dipengaruhi oleh sebuah variabel kunci-keterlibatan Ego. Keterlibatan Ego (Ego Involvement) adalah pemahaman tentang hubungan pribadi anda dengan sebuah masalah. Efek Kontras (Contrast Effect) terjadi ketika semua individu menilai sebuah pesan lebih jauh dari sudut pandang mereka daripada yang seharusnya dan Efek Asimilasi (Asimilation Effect) terjadi ketika manusia menilai sebuah pesan lebih dekat dengan sudut pandang mereka daripada yang seharusnya.

  1. c.       Teori Kemungkinan Elaborasi

Sebagaimana yang Anda pelajari tentang teori penilaian sosial pada bagian sebelumnya, mungkin Anda telah menyadari bahwa Anda tidak selalu membuat penilaian secara sadar tentang apa yang Anda dengar. Teori kemungkinan elaborasi (Elaboration-Likelihood Theory-ELT) untuk membantu kita memahami semua perbedaan ini. ELT adalah sebuah teori persuasi karena teori ini mencoba untuk memprediksi kapan serta bagaimana Anda akan dan tidak akan terbujuk oleh pesan. Kemungkinan elaborasi (elaboration likelihood) adalah suatu kemungkinan bahwa Anda akan mengevaluasi informasi secara kritis.

Ada dua rute untuk pengolahan informasi – rute central dan periferal. Dengan demikian, ketika anda mengolah informasi melalui rute central, anda memikirkan secara aktif  dan mempertimbangkannya berlawanan dengan yang telah Anda ketahui, anda menanggapi semua argumen dengan hati – hati. Pengolahan informasi melalui rute periferal, anda akan sangat kurang kritis. Perubahan apapun yang terjadi, mungkin hanya sementara dan kurang berpengaruh pada anda bertindak.

Pemecahan terhadap Teori Kemungkinan Elaborasi adalah MOtivasi yang terdiri atas 3 hal, antara lain: Pertama, keterlibatan atau relevansi personal dengan topik. Kedua adalah perbedaan pendapat. Ketiga adalah Kecenderungan pribadi anda terhadap cara berpikir kritis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: