Shalat dan Syarat Shalat

26 Apr

Shalat secara etimologi adalah nama yang diletakkan sebagai asal kata. “ saya telah shalat” ( shallaitu shalatan) dan bukan tashliyatan. Shalat bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah rahmat sedangkan shalat bagi hamba adalah doa dan istighfar.[1]

Shalat secara terminologis  syar’i adalah rukun-rukun yang khusus dan bacaan-bacaan tertentu dengan ikatan waktu yang telah ditentukan. Ataupun ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan yang dibuka dengan takbir dan diakhiri dengan salam disertai niat.[2]

Syarat Shalat

Syarat-syarat shalat wajib dipenuhi oleh orang yang hendak menunaikan shalat. Syarat adalah apa yang mengakibatkan tiada hasilnya sesuatu bila ia tidak ada. Akan tetapi, dengan adanya semata belum berarti ada atau tidaknya sesuatu itu.[3]

Dalam kitab Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq disebutkan bahwa syarat-syarat shalat adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui Masuknya Waktu

Ini cukup dilakukan dengan adanya dugaan yang kuat. Oleh karena itu barang siapa yang yakin bahwa waktu telah masuk maka ia boleh melakukan shalat. Atau ia mendengar suara adzan dari muadzin yang dipercaya.

  1. Suci dari Hadats Kecil dan Besar . hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala

 “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat maka basuhlah mukamu dengan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan basuhlah kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air,maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkanmu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmatNya bagimu, agar kamu bersyukur”. (QS. Al Maidah:6)

2.Suci Badan, Pakaian dan tempat Shalat dari najis.

Kewajiban menyucikan badan adalah karena berdasarkan hadits Ali r.a bahwa Nabi bersabda:

“Kunci Shalat adalah bersuci” (HR. Abu Daud)[4]

3. Menutup Aurat

Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

*

wahai anak cucu Adam pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki ) masjid…(QS. Al A’rof:31)

Yang dimaksud dengan pakaian disini adalah yang menutup aurat sedangkan yang dimaksud dengan sujud adalah shalat.

Batas aurat laki –laki yang masyhur adalah bagian antara pusar sampai lutut sedangkan batas aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Meskipun pembahasan mengenai hal ini banyak melahirkan perselisihan pendapat dikalangan ulama.

4. Menghadap Kiblat

Para ulama bersepakat berpendapat bahwa orang yang hendak melakukan shalat wajib menghadapakan wajahnya ke arah kiblat. Sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

….Palingkanlah mukamu kearah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu kearahnya…”(Al Baqoroh:144)[5]

 


[1] Lihat : Bashair dzawit tamyiz fi lathaifil kitab al aziz jilid 3/434

[2] Sa’di Abu Jiib, Kamus Fiqh secara bahasa dan Istilah……h. 216

[3] Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah Jilid I,(Jakarta : Pena Pundi Aksara, 2004) cet ke- I, h.173

[4] Muhammad Nashiruddin Al Albani, Shahih Sunan Abu Daud  Jilid I, (Jakarta: Pustaka Azzam,2007), h. 23

[5] Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah Jilid I,(Jakarta : Pena Pundi Aksara, 2004) cet ke- I, h.173-182

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: